Kemampuan ini berkaitan dengan keterampilan motorik halus dan kasar, serta kemampuan untuk memproses informasi sensorik, seperti visual, auditif, taktil, dan kinestetik.
Sensori-motorik berkembang pada masa anak-anak, terutama pada usia 0-2 tahun, di mana anak belajar mengontrol gerakan tubuh, mengkoordinasikan mata dan tangan, serta memproses informasi sensorik dari lingkungan sekitar.
Kemampuan sensori-motorik sangat penting dalam perkembangan anak, karena berperan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, menulis, makan, dan bermain.
Kemampuan sensori-motorik yang baik juga dapat berdampak positif pada perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak.
Beberapa contoh latihan sensori-motorik yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan ini adalah memainkan permainan motorik halus, seperti merangkai puzzle atau menggambar, bermain dengan bola atau mainan lain yang melibatkan gerakan tangan dan mata, serta melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, atau bermain di taman bermain.
Melalui latihan sensori-motorik yang tepat dan teratur, anak dapat meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh, memproses informasi sensorik, dan mengkoordinasikan aktivitas sensorik dan motorik dengan lebih baik.